TEMPAT WISATA DI KOTA PALANGKARAYA

Ada beberapa tempat tujuan wisata di Kota Palangkaraya. Diantaranya adalah:

1. DANAU TAHAI

Danau ini merupakan danau alam yang terbentuk karena adanya perubahan aliran sungai Kahayan. Danau Tahai berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota.
Danau Tahai memiliki keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh danau-danau lainnya (terutama di luar Pulau Kalimantan), yaitu airnya berwarna merah—yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Di sekitar danau, pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yaitu banyak terdapat rumah-rumah terapung—yang oleh penduduk setempat disebut sebagai rumah lanting.
Lokasi danau ini mudah dijangkau. Lokasinya yang berada di pinggir jalan Palangkaraya—Sampit membuat Danau Tahai tidak sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum. Jika menggunakan sarana transportasi umum, pengunjung dapat naik bus jurusan Palangkaraya—Sampit dengan jarak tempuh sekitar 30 km dan turun di Desa Tahai. Dari Desa Tahai, pengunjung dapat langsung menuju lokasi danau cukup dengan berjalan kaki.
Selain memiliki panorama yang sangat indah, obyek wisata Danau Tahai juga dilengkapi dengan sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, di antaranya: sepeda air angsa, tempat duduk santai, perahu dayung/bermotor yang bisa disewa jika pengunjung ingin mengelilingi danau, jembatan/titian penghubung, tempat karaoke, rumah makan terapung, mushola, WC umum, dan areal parkir yang dilengkapi dengan pos keamanan di pintu masuknya. Selain itu, di sekitar obyek wisata Danau Tahai ini juga terdapat rumah-rumah penginapan yang mematok harga antara Rp 75.000—Rp 200.000 per malam (Mei 2008).
Info lengkap, klik disini
tempat lainnya

2. ARBORETUM NYARU MENTENG

Jika merasa bosan dengan pemandangan air saja, pengunjung dapat menyambangi lokasi Penangkaran Orangutan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) yang tidak jauh dari lokasi Danau Tahai ini. Di lokasi penangkaran ini, pengunjung dapat menyaksikan kelucuan tingkah-laku orangutan yang berada di kandangnya. Selain melihat orangutan, pengunjung juga dapat mencoba tracking ke dalam hutan yang masih terjaga kelestariannya di sekitar areal penangkaran ini. Namun, tempat penangkaran ini tidak buka setiap hari. Hanya pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya lokasi penangkaran ini dibuka untuk umum.
Info lengkap, klik disini

Danau Tahai & Orang Utan, PalangkaRaya, Kalteng

Tahai adalah sebutan danau dari bahasa dayak Kalteng sepertinya. Tahai ini berupa danau kecil yang terbentuk konon kabarnya dikarenakan genangan air yang sudah lama akibat galian pasir. Selain itu Tahai juga terbentuk dikarenakan bekas aliran sungai yang alurya jadi berubah, sehingga terbentuk genangan air yang tidak mengikuti aluran sungai lagi.
tahai3
Di Kalteng sendiri banyak sekali Tahai-Tahai ini, dan salah satu yang sering dipadati pengunjung adalah Danau Tahai yang +/- 30 km dari Palangkaraya arah Sampit tidak jauh dari pinggir jalan raya (3 km masuk kedalam). Di tempat ini fasilitasnya juga sudah lumayan banyak, seperti titian jembatan dari kayu dimana titiannya membelah danau itu sendiri sehingga kita berjalan sampai ke tengah danau bahkan ke seberang danaunya. Selain itu disini juga sudah terdapat gubuk2 sehingga kita bisa menikmati pemandangan sambil bercengkrama sambil melepas lelah. Ada juga kereta-kereta air dan tentunya juga ada musholla dan ada beberapa rumah yang bisa disewa.
tahai4
Yang unik dari danau-danau di Kalimantan adalah airnya yang merah karena merupakan air tanah gambut dan air-air dari akar-akar pohon di lahan gambut, dan kita juga bis amenjumpai rumah-rumah terapung atau disebut rumah lanting.
Jika bosan dengan pemandangan air saja, kita bisa singgah lagi ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS yang tidak jauh dari lokasi Tahai ini (+/- 1 km). Disini kita bisa melihat tindak tanduk orang utan yang berada di kandangnya. Untuk melihat orang utan sebaiknya datang pada hari Minggu, karena tempat untuk melihatnya hanya dibuka hari minggu dan hari libur lain.
orang utan
Selain melihat orang utan kita juga bisa mencoba tracking ke dalam hutan-hutan yang masih dijaga kelestariannya yang masih berada dalam areal penangkaran ini.
tahai1
Untuk masuk kedalam hutannya kita juga tidak usah takut dengan tanah yang berupa gambut yang tergenang air karena sudah disediain jalan berupa jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi areal hutannya. Didalam hutan kita bisa merasakan udara yang sejuk dan masih segar dan juga bisa mendengarkan kicauan burung dan jika beruntung bisa bertemu dengan Uwak-uwak, salah satu jenis kera yang hanya terdapat disini yang juga dilindungi.
hutan
Dan di hutan sini juga bisa dijumpai tumbuh-tumbuhan atau bunga yang jarang ditemui.

Taman Wisata Kumkum, PalangkaRaya

Kumkum berupa salah satu tujuan wisata masyarakat di PalangkaRaya , dan mungkin merupakan salah satu tujuan wisata paling dekat. Dan karena satu-satunya tujuan wisata yang paling dekat, maka sangat wajar jika di hari-hari tertentu tempat wisata ini sangat ramai sekali.
View of Kumkum
Lokasinya sangat dekat sekali dengan kota PalangkaRaya nya kira2 sekitar 5km dari pusat kota, dan tidak begitu jauh dari jembatan Kahayan (iconnya PLK). Dan Kumkum ini sendiri juga berada di tepian kahayan. Tempat wisatanya berupa tempat rindang yang menyediakan gubuk-gubuk dari kayu yang berupa rumah panggung dan dirindangi oleh pohon-pohon karet. Dan jika air lagi pasang, air-air dari sungai kahayan akan berada di bawah gubuk-gubuk tersebut. Dan semua lokasinya itu berada diatas panggung-panggung dari kayu.
SUdut
Selain gubuk-gubuk tersebut yang dikenakan tarif untuk sewanya per jam, juga disediakan tempat duduk yang berada di jalan-jalan panggung dan free. Kita bisa memesan makanan/minuman dari tempat-tempat makan yang berada di dalam lokasi wisata tersebut sambil menikmati live musik dari panggung Flexiholic yang berada di tengah-tengah lokasi Kumkum . Dan kita juga bisa melihat aktivitas-aktivitas nelayan di sungai kahayan.
Buaya Kalimantan
Dan jika kita sebagai pendatang atau kita membawa anak-anak, tempat ini juga sebagai kebun binatangnya kota PalangkaRaya, karena di dalam tempat wisata ini juga disediakan beberapa kandang binatang. Dan binatang-binatang disini juga berupa binatang2 khas kalimantan seperti Buaya, Beruang Madu, Burung Tingang (maskot Kalteng), Monyet, Kuskus, dll. Tapi yang sayang sekali Orang Utan dan Bekantan (monyet khas kalimantan) tidak ada.

sumber..http://palangkanews.blogspot.com/2009/01/tempat-wisata-di-kota-palangkaraya.html

Tempat Wisata di Aceh

Aceh menyediakan banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi, namun kejadian Tsunami yang melanda daerah tersebut akhir tahun lalu membuat tempat wisata Aceh yang kebanyakan wisata pantai ikut hancur, berikut daftar beberapa tempat wisata di Aceh:
1. Mesjid Raya Baiturahman
baiturahman.jpg

Gambar Masjid Baiturahman
Mesjid Raya Baiturahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh yakni di Pasar Aceh merupakan mesjid kebanggan masyarakat Aceh.
Sejarah mencatat pada jaman dulu ditempat ini berdiri sebuah Mesjid Kerajaan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873 Mesjid ini dibakar, namun untuk meredam kemarahan rakyat Aceh pada tahun 1875
Belanda membangun kembali sebuah Mesjid sebagai penggantinya yang berdiri megah saat ini.
Mesjid ini berkubah tunggal dan dibangun pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959 – 1968)
2. Pantai Lampuuk
lampuuk_after_tsunami.jpg
Gambar Pantai Lampuuk setelah tsunami.
Pantai Lampuuk terletak di pantai barat Aceh. Dari Banda Aceh kurang lebih 17 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dalam waktu kurang dari 30 menit. Namun sayangnya pantai yang cukup terkenal dan menjadi tempat wisata favorit penduduk Aceh tersebut musnah tersapu Tsunami.
Pantai ini cukup indah dan dapat digunakan sebagai tempat berenang, berjemur di pasir putih, memancing, berlayar, menyelam dan kegiatan rekreasi lainnya.
Disore hari pantai ini terasa lebih indah, dimana kita dapat menyaksikan matahari terbenam yang penuh pesona.
Disekitar pantai Lampuuk juga berdiri megah sebuah pabrik semen Andalas, namun saat itu pabrik tersebut hanya tinggal kenangan setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa dan Tsunami 26 Desember 2004 yang lalu.
Dikawasan Pantai Lampuuk, anda dapat bermain golf dengan latar belakang panorama laut di Padang Golf Seulawah. Sayangnya semua keindahannya kini tinggal kenangan dan tinggal menungguk pemerintah memperbaiki wisata yang cukup digemari turis asing tersebut.
3. Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh
taman-wisata-alam-laut-pulau-weh-sabang.jpg
Gambar Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang
Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas 2.600 Ha.
Secara geografis TWA Laut Pulau Weh terletak pada 0552’ Lintang Utara dan 9552’ Bujur Timur. Sedangkan secara administrasi pemerintahan termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Propinsi D.I. Aceh dan dari segi pengelolaan hutannya termasuk Resort Konservasi Sumber Daya Alam Iboih dan masuk pada Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam Propinsi NAD.
Di TWA Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk.
Selain terumbu karang, TWA Laut Pulau Weh, Sabang dapat ditemui jenis-jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar TWA Laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di TWA Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata antara lain : pondok-pondok penginapan di sekitar Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain : pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor, peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, jalan setapak, taman dan instalasi listrik.

krueng_raya1.jpg

Gambar Krueng Raya

Krueng Raya berjarak 35 Km dari Banda Aceh merupakan sebuah nama wilayah. Di daerah tersebut terdapat pelabuhan yang bernama “Pelabuhan Malahayati” yang sering dipergunakan masyarakat Banda Aceh untuk menyebrang ke pulau Weh (Sabang). Pelabuhan tersebut akhirnya dinon aktifkan setelah pelabuhan Ulee Lhe yang lebih megah dibangun (namun sama saja hancur karena Tsunami). Krueng Raya yang termasuk daerah dengan kerusakan terparah akibat Tsunami dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Banda Aceh.

Di daerah ini juga sangat terkenal dengan pantainya yang bernama Ujong Batee, disana selain pantainya yang indah juga terdapat sebuah restoran yang cukup megah yang menyajikan makanan khas Aceh yang terkenal yaitu Kepiting Besar, Udang Windu, Tiram, Telur Penyu, dan berbagai hasil laut dan pertanian lainnya. Pantai Ujong Batee sendiri terletak sekitar 17 km arah timur Banda Aceh. Pantainya yang ditumbuhi pohon cemara yang lebat merupakan pelindung para pengunjung bila hari panas sehingga cukup nyaman untuk bersantai. Ujong Batee dalam bahasa Aceh berarti Ujung Batu, mungkin nama ini diberikan karena dari pantai inilah kita dapat langsung melihat pulau seberang Sabang

Selain Ujong Batee, di Krueng Raya juga terdapat daerah wisata bernama Lamreh, daerah ini merupakan daerah bukit yang dulunya tandus, namun kini telah ditanami berbagai pohon. Dari sini kita dapat menyaksikan panorama laut yang indah seperti terlihat pada gambar dihalaman ini.

rumoh3-aceh.jpg
Gambar Rumah Aceh
Kota Banda Aceh memiliki sebuah Museum Negeri yang terletak dalam sebuah Kompleks. Bangunan induk Museum berupa sebuah rumah tradisional Aceh, dibuat pada tahun 1914 untuk Gelanggang Pameran di Semarang, yang kemudian dibawa pulang ke Banda Aceh tahun 1915 oleh Gubernur Van Swart (Belanda) yang kemudian dijadikan Museum. Rumoh Aceh adalah sebuah rumah panggung yang berpintu sempit namun didalamnya seluruh ruangan tersebut tidak bersekat.
Sekarang ini lingkungan Museum ini telah bertambah dengan bangunan baru yang mengambil motif-motif bangunan Aceh seperti halnya bangunan Balai Pertemuan yang berbentuk kerucut yang bentuknya diambil dari cara orang Aceh membungkus nasi dengan daun pisang yang dinamakan “Bukulah”. Bukulah ini antara lain dihidangkan pada kenduri-kenduri tertentu seperti Kenduri Blang, Kenduri Maulid Nabi Besar Muhammad Saw dan lain sebagainya.
Ruang pamer Museum yang baru, memiliki bangunan 3 lantai, dipenuhi oleh berbagai koleksi barang-barang purbakala yang ditata dengan baik. Salah satu koleksi Museum ini adalah Lonceng Besar yang diberi nama “CakraDonya”. Lonceng ini merupakan hadiah dari Kerajaan Cina tempo dulu yang dibawa oleh Laksamana Ceng Ho pada tahun 1414. Beranda depan Museum memiliki bentuk khas yang juga memperlihatkan ukiran-ukiran kayu dengan motif Aceh. Banyak hal yang menarik dimuseum yang bersebelahan dengan pendopo Gubernur Aceh itu sehingga banyak murid sekolah yang berkunjung setiap harinya.
Dikompleks ini sekaligus dijumpai makam sultan-sultan Aceh dimasa lalu. Makam para Sultan pada umumnya dinuat dari Batu Gunung dan dihiasi dengan Kaligraphi Arab yang indah mempesona, salah satunya adalah Makam Sultan Iskandar Muda.

 Gunongan
gunong.jpg
Gambar Gunong
Gunongan merupakan sebuah bangunan peninggalan Sultan Iskandar Muda (1608-1636) untuk permaisurinya Putri Phang.Menurut sejarah, Putri Phang selalu merasa rindu akan kampung halamannya, Pahang – Malaysia. Sultan kemudian mengetahui bahwa kegusaran permaisurinya itu karena di Pahang Istananya dikelilingi oleh perbukitan dimana permaisuri dapat bermain, namun disini tidak.
Lalu Sultan membangun sebuah gunung buatan yaitu Gunongan dimana permaisuri dapat memanjatinya. Begitu bangunan ini siap, permaisuri menjadi berbahagia dan lebih banyak menghabiskan waktunya disini terutama pada saat matahari akan tenggelam. Gunongan terletak dalam sebuah komplek di Jl Teuku Umar Banda Aceh, dimana daerah tersebut luput dari keganasan Tsunami.

Alam Aceh
Banda Aceh memiliki pemandangan laut yang luar biasa bagusnya, pemandangan laut tersebut juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan asing, kota ini memang merupakan kota pesisir pantai barat Sumatera, maka tak heran kota ini termasuk parah akibat terjangan Tsunami.
Pemandangan laut Aceh tidaklah kalah dengan Bali ataupun Lombok. Selain laut, pemandangan udara Banda Aceh juga sangat indah ini dimungkinkan mengingat kurangnya polusi di daerah tersebut. Kendaraan di Aceh juga tidak sebanyak di daerah lain. berikut beberapa gambar pemandangan laut dan udara Banda Aceh:
Krueng Raya
Krueng Raya berjarak 35 Km dari Banda Aceh merupakan sebuah nama wilayah. Di daerah tersebut terdapat pelabuhan yang bernama “Pelabuhan Malahayati” yang sering dipergunakan masyarakat Banda Aceh untuk menyebrang ke pulau Weh (Sabang). Pelabuhan tersebut akhirnya dinon aktifkan setelah pelabuhan Ulee Lhe yang lebih megah dibangun (namun sama saja hancur karena Tsunami). Krueng Raya yang termasuk daerah dengan kerusakan terparah akibat Tsunami dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Banda Aceh.

Di daerah ini juga sangat terkenal dengan pantainya yang bernama Ujong Batee, disana selain pantainya yang indah juga terdapat sebuah restoran yang cukup megah yang menyajikan makanan khas Aceh yang terkenal yaitu Kepiting Besar, Udang Windu, Tiram, Telur Penyu, dan berbagai hasil laut dan pertanian lainnya. Pantai Ujong Batee sendiri terletak sekitar 17 km arah timur Banda Aceh. Pantainya yang ditumbuhi pohon cemara yang lebat merupakan pelindung para pengunjung bila hari panas sehingga cukup nyaman untuk bersantai. Ujong Batee dalam bahasa Aceh berarti Ujung Batu, mungkin nama ini diberikan karena dari pantai inilah kita dapat langsung melihat pulau seberang Sabang

Selain Ujong Batee, di Krueng Raya juga terdapat daerah wisata bernama Lamreh, daerah ini merupakan daerah bukit yang dulunya tandus, namun kini telah ditanami berbagai pohon. Dari sini kita dapat menyaksikan panorama laut yang indah seperti terlihat pada gambar dihalaman ini.

wisata alam
Alam Aceh
Banda Aceh memiliki pemandangan laut yang luar biasa bagusnya, pemandangan laut tersebut juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan asing, kota ini memang merupakan kota pesisir pantai barat Sumatera, maka tak heran kota ini termasuk parah akibat terjangan Tsunami.

Pemandangan laut Aceh tidaklah kalah dengan Bali ataupun Lombok. Selain laut, pemandangan udara Banda Aceh juga sangat indah ini dimungkinkan mengingat kurangnya polusi di daerah tersebut. Kendaraan di Aceh juga tidak sebanyak di daerah lain.

sumber..http://threeas.wordpress.com/2007/10/22/tempat-wisata-di-aceh/
             http://boykb.blogspot.com/2010/07/objek-wisata-di-aceh-tempat-wisata-di.html



Tempat Wisata Ponorogo

Masjid Tegalsari



Terletak di desa Tegalsari Kecamatan Jetis. Masjid Tegalsari diperkirakan dibangun sekitar abad XVII oleh Kyai Ageng Hasan Besari, Masjid dengan arsitektur jawa ini memliki 36 tiang, yang mengandung arti jumlah wali / wali songo (3+6=9) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa dan atap berbentuk kerucut yang mengambarkan Keagungan Allah Swt. Serta didalam masjid ini pula tersimpan kitab yang berumur 400 tahun yang ditulis oleh Ronggo Warsito. Kyai Mohammad Besari adalah silsilah dari keturunan Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw, yaitu dari Siti Fatimah yang berputra Baginda Kusen. Kyai Mohammad Besari Tegalsari Ponorogo berputra 9 orang, yang mana putra nomor 9 tersebut adalah Kyai Zainal Abidin Raja Selangor Malaysia.  Kyai Zainal Abidin berputra 2 orang yaitu Kyai Mohammad Mhuhji Raja Selangor dan Nyai Ngaisah Sultan Johor Malaysia
 

Makam Bathoro Kathong


Bathoro Kathong merupakan penguasa pertama Ponorogo, sekaligus pelopor penyebaran agama Islam di Ponorogo, Batoro Katong alias Lembu Kanigoro bersama para pengikutnya antara lain Ki Selo Aji, Kiai Muslim (Ki Ageng Mirah) adalah pengemban misi suci melakukan ‘Islamisasi’ sekaligus ‘menundukkan’ tanah Wengker, sebuah daerah tenggara Gunung Lawu sampai lereng barat Gunung Wilis, Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Batoro Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga yang berasal atau diambil dari sebuah babad legenda "Pramana Raga". Menurut cerita rakyat yang berkembang secara lisan, Pono berarti Wasis, Pinter, Mumpuni dan Raga artinya Jasmani. sehingga kemudian dikenal dengan nama Ponorogo.
 
 

Sedang Tirto Waluyojati


Lokasi di Desa Klepu, Kecamatan Sooko,Didirikan 27 Mei 1988, Telaga air tempat Ibadah ummat Khatolik, Terdapat Patung Bunda Maria
 
 

Taman Ngembag


Taman ini berlokasi di Kecamatan Siman kira-kira 3 Km ke arah timur dari pusat kota. Berupa sumber air yang dilengkapi dengan taman bermain dan kolam renang anak. Disini juga sering diadakan pentas hiburan yang ditunjukkan bagi pengunjung taman
 
 

Air Terjun Pletuk

Wisata alam air terjun berada di wilayah dusun Kranggan, Jurug Kecamatan Sooko, Ponorogo. Anda pun masih bisa menikmati tempat menarik lain di kawasan air terjun, yakni adanya tebing yang indah dan kokoh. Tebing-tebing tersebut bisa menjadi tantangan baru bagi anda yang gemar melakukan olahraga panjat tebing, Bumi perkemahan, outbond, Agro wisata buah Naga Merah.

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel
Telaga Ngebel terletak di daerah wewengkon (Jawa: kuasa) kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekitar 25 km dari pusat kota Ponorogo. Bisa diambil melalui jalan raya Madiun-Ponorogo ke arah timur, bisa juga mulai ambil dari jantung kota Ponorogo. Sepertinya Pemkab Ponorogo serius dalam mengelola tempat wisata ini, terlihat dari banyaknya papan penunjuk arah menuju ke Telaga Ngebel di sepanjang perjalanan. Jalanan pun dibuat hotmix, meskipun tidak seluruhnya.
Paling enak mencapai telaga ini tentu saja dengan menggunakan mobil pribadi. Saya belum tahu apakah ada angkutan umum yang menuju ke sana karena letaknya cukup terpencil. Berada di ketinggian 734 dpl (di atas permukaan laut), akses jalan menuju ke telaga ini cukup sempit dan terjal. Hati-hati jika kemampuan menyetir di pegunungan belum terlalu mahir. Akan ada tikungan menanjak dan berkelok-kelok. Saya jarang menggunakan gigi 1 kalau sedang naik gunung, tetapi di perjalanan ke Ngebel, ada lokasi yang memaksa saya menggunakan gigi 1.
Pemandangan yang ditawarkan telaga Ngebel luar biasa. Masih alami dan sepi. Aura mistik-berhantu-nya saya rasakan juga tidak sengeri Situgunung dan waduk Wonorejo Tulungagung. Langitnya biru cantik. Di sekeliling telaga terdapat jalan searah yang mengantarkan kita menyusuri setiap sudut telaga yang dihiasi oleh hutan kecil yang cukup rimbun ini. Fotogenik bahkan dalam kondisi toplit. Sepertinya, kalau di pagi dan sore hari, pemandangan akan lebih cantik lagi.

Reyog Ponorogo

Reyog Ponorogo
Reyog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reyog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reyog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.


sumber..http://ponorogo-tourism.com/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=3&Itemid=62

Objek Wisata Di Kota Madura

Wisata Petik Laut

petiklaut1-kabarmadura-135x100 Wisata Petik Laut
Kecamatan : Bluto
Desa : Lobuk
1. Nama Jenis Potensi Wisata : Petik Laut
2. Luas Area :
3. Sarana dan prasarana : Jalan yang beraspal
4. Deskripsi Potensi Wisata :
Desa Lobuk terletak dipesisir pantai tepatnya di kecamatan Bluto ±15 Km dari jantung kota Sumenep, tepatnya ke arah selatan dari kota Sumenep. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Masyarakat lobuk punya kebiasaan setiap tahunnya harus melakukan ritual. Karena tepat berada di pesisir pantai, maka ritual tersebut di namakan Rokat Tasek (Petik Laut) dan menguras sumur yang berada di bibir pantai yang dinamai dengan SUMUR DEKHAI (Sumur Dangkal) dan dipercaya oleh masyarakat mengandung mistik. Pelaksanaan Ritual ini dibiayai oleh Swadaya Masyarakat dan dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyang mereka. Sebelum pelaksanaan acara, tiga hari sebelumnya masyarakat Lobuk terlebih dahulu membersihkan sumur, lalu membuat perahu kecil atau GHITEK yang terbuat dari pohon pisang, untuk tempat kepala sapi dan sesaji lainnya yang akan di lepas ketengah laut.
Setelah acara pelaksanaan tiba semua masyarakat dan tokoh masyarakat, ulama berkumpul di area sumur Dhekai (dangkal) tersebut mengadakan doa bersama disertai dengan pembacaan maulid nabi dan kemudian mengambil air sumur kemudian mencampurnya dengan kembang/bunga dan dibagikan kepada pemilik perahu untuk disiramkan pada perahu dan alat-alat nelayan lainnya. Setelah doa bersama selesai, barulah acara pelepasan prahu GHITEK yang telah diisi dengan kepala sapi dan sesaji.
Perahu dilepas ketengah laut dengan disaksikan oleh beribu-ribu orang. Pesta Rokat ini harus dilakukan semeriah mungkin, tujuannya agar hasil tangkapan ikan para nelayan bertambah banyak. Pesta petik laut biasanya dilakukan selama 2 hari 2 malam. Dengan hiburan Ludruk, ketoprak.
Deskripsi Pengolahan / Pengembangannya
Untuk tetap berkembangnya budaya petik laut masyarakat lobuk mengharap peran serta pemerintah daerah setempat sehingga pelaksanaan Petik Laut tidak akan punah karena acara ritual seperti ini banyak memakan biaya.

Asta Gumuk Brembeng


gumuk-kabarmadura-135x100 Asta Gumuk BrembengKecamatan : Kalianget
Desa : Kalimo’ok
1. Nama Jenis Potensi Wisata : Asta Gumuk (Brembang)
2. Luas Area : 100m x 150m
3. Sarana dan prasarana : Kamar Mandi/Toilet & Jalan Batu
4. Deskripsi Potensi Wisata :
Di desa Kalimo’ok tepatnya di Sebelah timur lapangan terbang Trunojoyo Sumenep terdapat makam atau kuburan/Asta K.Ali Barangbang. Mengapa dikatakan Barangbang, karena terletak di dusun Barangbang. K. Ali Barangbang mempuyai silsilah dari Syekh Maulana Sayyid Jakfar, As Sadik atau dikenal dengan Sunan Kudus yang mempunyai keturunan Pang. Katandur yang mempunyai empat anak yaitu : K. Hatib Paddusan, K. Hatib Sendang, K. Hatib Rajul, K. Hatib Paranggan. Dari Putra pertamanya diberi keturunan K. Ali Barangbang yang wafat 1092 H.
Semasa hidup K. Ali adalah merupakan seorang ulama besar dan penyiar agama islam yang sangat disegani. Bahkan raja Sumenep juga berguru ke K. Ali. Konon menurut sejarah beliau. K.Ali mempunyai kelebihan diluar nalar, binatang (kera) di ajari berbicara bahkan sampai bisa mengaji. Pada waktu Sumenep pemerintahannya masih berbentuk kerajaan. Seorang raja mempunyai anak, dititipkan k. Ali untuk belajar mengaji. Ringkas cerita, pada saat belajar mengaji Putra Raja tersebut dipukul oleh K. Ali. Setelah itu Putra Raja pulang dan mengadukan sikap K. Ali pada sang Raja. Jelas raja sangat marah namun Raja tidak langsung menghukum K. Ali namun memerintahkan sang prajurit untuk memanggil k. Ali dan menanyakan alasan kenapa putranya sampai dipukul. Tanpa rasa takut K. Ali menjawab bahwa sebenarnya dia tidak berniat memukul putra raja melainkan kebodohan yang menemani putra raja. Mendengar jawaban tersebut raja tersinggung putranya di anggap bodoh, dengan marah kemudian raja mengatakan hal yang sangat mustahil, raja mengatakan bahwa jika memang K Ali bisa membuat orang pintar dengan memukul maka k. Ali bole pulang membawa kera dengan syarat harus bisa mengajari sang kera mengaji.
Ringkasnya sang kera dibawa oleh K. Ali ke rumahnya, dan setiap malam K. Ali mengajak sang kera untuk memancing bersamanya, hingga pada suatu malam tepatnya malam ke 39, K. Ali memberikan tali tambang yang terbuat dari sabut kelapa kepada sang kera dengan cara mengikatkan pada jarinya lalu dibakar. Sambil berkata K. Ali kepada kera : “Hai kera jika sampai pada jarimu api itu dan terasa panas di tanganmu maka teriklah dan katakan panas…” saat itulah kera bisa berbicara dan akhirnya sang kera bisa mengaji.
Tiba saatnya sang kera untuk pulang ke keraton dan menunjukkan kemampuannya untuk mengaji. Di keraton K. Ali mengadakan pertemuan besar dengan raja dan disaksikan oleh para punggawa kerajaan sekaligus mengadakan pesta. Setelah semua berkumpul, kemudian sang kera di beri Alquran, dan betapa terkejutnya sang raja beserta para punggawa yang hadir ketika melihat dan mendengar kera mengaji dengan indah. Setelah selesai mengaji k> Ali melemparkan pisang kepada kera dan berkata “Ilmu Kalah Sama Watak” yang dalam bahasa maduranya “Elmo Kala ka Bebethe’”. Dan raja pun ikut berbicara bahwa barangsiapa yang menuntut ilmu tidak menginjak tanah brangbang maka ilmunya tidak syah.
Begitulah kisah cerita K. Ali yang rasanya sangat sulit di terima dengan akal sehat dan itulah kelebihan K Ai sampai sekarang Asta K. Ali Brangbang tidak pernah sepi dari peziarah.
Deskripsi Pengolahan / Pengembangannya
Karena banyaknya pengunjung yang ingin berziarah kepada K. Ali, jadi perlu adanya pengembangan atau pemegaran tempat seperti Musollah, Tempat peritirahatan, dan tempat parkir.


 payudan1-135x100 Gunung Payudan
Kecamatan : Guluk-Guluk
Desa : Payudan Daleman
1. Nama Jenis Potensi Wisata : Gunung Payudan
2. Luas Area : 150M x 40M
3. Sarana dan prasarana : Jalan masuk aspal dari jalan utama sepanjang 1400m selebihnya sampai lokasi belum beraspal 700m
4. Deskripsi Potensi Wisata :
objek wisata ini berada di atas pegunungan yang bernama Gunung Payudan, tepatnya di Desa Payudan Daleman Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep kurang lebih 30 Km ke Arah Barat Kota Sumenep. Bagi masyarakat Sumenep Khususnya, Gua Payudan mempunyai arti penting mengingat gua ini memiliki keterkaitan dengan sejarah raja-raja Sumenep abad 14 samapi 17. Gua ini tidak hanya bernilai sebuah obyek wisata Alam (goa) saja, tetapi juga mengandung makna religi dan sejarah didalamnya.
Goa payudan pada jaman dahulu kala, pada masa kerajaan merupakan tempat bertapa / bersemedi sebagian raja-raja Sumenep. Adapun raja-raja Sumenep yang pernah bertapa di Goa ini adalah:
1. Potre Koneng, adalah Putri dari Pangeran Soccadiningrat II Raja Sumenep yang berkuasa sekitar tahun 1366 sampai 1386 yang keratonnya pada waktu itu masih berada di Desa Banasare Kecamatan Rubaru. Potre koneng ini mempunyai suami yang juga raja di Sepudi yang bernama Adi Poday sekitar tahun 1399-1415 yang masih cucu dari sunan Ampel Surabaya.
2. Pangeran Jokotole, adalah Pangeran yang bergelar Pangeran Soccadiningrat III Raja Sumenep pada Tahun 1415-1460. beliau adalah Putra tertua dari Pasangan Potre Koneng dengan Adipoday. Jokotole tidak hanya di kenal di wilayah Madura saja, tetapi sudah keluar Madura seperti Jawa dan Bali. Konon Jokotole merupakan raja yang sangat disegani karena keahlian ilmu kanoragannya. Hal ini terbukti pada jaman kerajaan Majapahit, Jokotole mampu mengalahkan Blambangan yang pada akhirnya di jadikan Menantu raja majapahit yaitu Raja Brawijaya.
3. Pangeran Jimat, Raja Sumenep tahun 1731-1744, adalah putra Pangeran Rama (Pangeran Cakra Negara II)
4. Ke Lesap, Raja Sumenep tahun 1749-1750, beliau berkuasa hanya sebentar karena tewas terbunuh ketika berperang melawan raja dari bangkalan. Adapun Ke Lesap sendiri adalah keturunan dari Bangkalan.
5. Bindara Saod. CR. Tumenggung Tirtonegoro) Raja Sumenep tahun 1750-1762
Untuk menuju / mengunjungi tempat ini tidak begitu sulit, dari Sumenep naik angkutan umum menuju ganding lalu ganti angkutan menuju Pasean atau batu Ampar, kemudian turun di pertigaan Desa Payudan Daleman. Sedang dari pertigaan bisa menaiki dokar (Andong) atau jalan kaki sekitar 2 Km sampai ke Lokasi Goa.
Konon menurut ceritanya, goa ini pertama kali ditemukan Yaitu oleh K. Sulaiman bin Samukdin yang berasal dari Pamekasan. Awalnya K. Sulaiman bersemedi di Asta Juruan Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep selama 21 Hari. Selama melakukan tapa tersebut, bekal yang dibawa yaitu jagung sangrai. Setelah hari ke 21, K Sulaiman mendapat petunjuk untuk pergi ke Arah barat, tepatnya ke gunung payudan. Setelah 3 hari 3 malam berjalan ke arah barat sampai dan naik maka terdengar suara sayup-sayup seperti ada orang menumbuk jagung. Setelah di dekati ternyata tidak ada seorangpun yang sedang menumbuk jagung, yang ada hanya tempat rindang dengan dinding batu disertai dengan tempat beristirahat dan terdapat banyak lubang. Akhirnya beliau bertawassul kepada Yang Maha Esa. Lalu datanglah petunjuk bahwa tempat tersebut merupakan tempat bertapa para raja-raja terdahulu.
Diceritakan di atas Goa bahwa orang yang pertama kali mendirikan rumah di atas Goa Payudan adalah keturunan terakhir dari K. Sulaiman yaitu K. Tayyib pada tahun 1908. tapi pada tahun 1938 K. Tayyib pindah ke Pamekasan dengan alasan banyak celeng (babi Hutan) yang kemudian ditempati kerabatnya yang lain yaitu maniti yang sekaligus menjadi juru kunci Goa tersbut.
Sampai saat ini banyak pengunjung kesana, bahkan orang yang bersemedi disana sulit berganti artinya di tempat itu selalu ada orang yang bersemedi, bahkan ada yang sampai satu tahun lamanya.
Deskripsi Pengolahan / Pengembangannya
Goa payudan merupakan salah satu obyek wisata alam yang ada di Madura khususnya di kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep, dengan tingkat pengunjung yang cukup berpotensi. Maka sudah saatnya tempat ini dijadikan obyek wisata alam unggulan khususnya Kabupaten Sumenep. Untuk membuat obyek wisata ini lebih dikenal dan lebih banyak pengunjung, tentunya perlu adanya pembenahan-pembenahan struktur maupun infrastruktur. Dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sumenep, sudah saatnya memperhatikan obyek wisata tersebut. Adapun pengembangan yang perlu diutamakan di lokasi obyek ini antara lain;
1. Tangga naik menuju halaman / pelantaran Goa perlu diberi pagar atau pegangan penyangga untuk mengurangi resiko kecelakaan pada pengunjung. Hal ini penting dan harus segera dilakukan mengingat tangga menuju lokasi sangat berbahaya dan curam dan licin.Goa memiliki tiga lantai; pertama adalah halaman Goa dengan ukuran kurang lebih 27m x 10m, lantai kedua (diatasnya) yaitu berukuran ±35m2 dan biasa digunakan sebagai ruang tamu (Lobbi); sedangkan lantai diatasnya yaitu lantai ketiga difungsikan untuk Solat.
2. Membentuk suatu yayasan atau perkumpulan khus mengelola keberadaan Obyek wisata Goa ini seperti obyek wisata lain yang ada di Kabupaten Sumenep (Asta Tinggi dan Asta Yusuf Talango).
3. Pembuatan Peta atau denah Lokasi yang menunjukkan arah serta jalan yang bisa dilalui.


suramadu-01-135x100 Objek Wisata Madura - Suramadu Jawa TimurWisata di Bangkalan - Sampang - Pamekasan - Sumenep (Pulau Garam - Madura)

Pulau Madura adalah bagian dari provinsi Jawa Timur. Dipisahkan oleh selat Madura, pulau ini dapat dicapai dalam waktu 40 menit dari terminal ferry di Ujung. Sejak 10 Juni 2009, sudah terhubung sebuah jembatan yang megah dan dikenal dengan Jembatan Nasional Suramadu, diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pulau ini memiliki daya tarik yang memikat. Banyak obyek dan daya tarik alam maupun budayanya yang mempesona. Atraksi wisata yang sudah menjadi agenda tetap pariwisata Jawa Timur adalah Kerapan Sapi yang diselenggarakan pada musim kemarau. Puncaknya adalah Kerapan Sapi besar se Madura. Namun begitu, Kerapan Sapi ini dapat diselenggarakan atas pemesanan. Banyak Wisatawan Mancanegara dalam bentuk grup memesan atraksi ini untuk mereka saksikan, yang penyelenggaraannya dilaksanakan di Bangkalan.
BANGKALAN
Dari terminal Ferry Kamal, Kota Bangkalan dapat ditempuh dengan segala kendaraan hanya dalam waktu 25 menit. Daya tarik wisata Bangkalan antara lain Makam Air Mata Ibu di Arosbaya, kurang lebih 11 km utara kota Bangkalan. Makam ini adalah Makam istri Raja Cakraningrat. Pahatan batu pada makam itu begitu indah dan mempunyai ragam ukir yang spesifik. Cinderamata dari daerah ini yang terkenal adalah batik tulis Tanjung Bumi, sebuah kecamatan di sebelah utara Arosbaya. Dengan corak ragam hias yang khas dan memikat, baik Tanjung Bumi banyak diminati oleh para perancang busana terkenal.
SAMPANG
Ke arah timur 62 km dari Bangkalan, Pantai Camplong Dapat dijadikan tempat persinggahan wisata jalur selatan. Taman rekreasi pantai ini dilengkapi dengan arena bermain anak-anak. Fasilitas penginapan Camplong Cottage dilokasi ini dapat menjadi sarana penginapan wisatawan yang nyaman.
PAMEKASAN
Pamekasan terletak 33 km sebelah timur Sampang. Di kecamatan Proppo terdapat sentra kerajinan seni batik tulis Madura dengan corak yang berbeda dibandingkan dengan corak batik Madura yang lain. Dari arah Sampang sebelum memasuki kota Pamekasan terdapat sumber api alam abadi yang berlokasi tidak lebih dari 500 meter jalan raya Sampang-Pamekasan.
SUMENEP
Sumenep terletak di ujung timur pulau Madura. Banyak sekali Khasanah seni budaya mewarnai kota ini antara lain Keraton Sumenep yang sampai saat ini masih tetap terpelihara dengan baik. Keraton ini arsitekturnya bergaya campuran antara gaya arsitektur Jawa, Cina, Barat bahkan Arab. Disamping itu masih banyak lagi daya tarik wisata yang menarik, misalnya Masjid Jamiq, makam keluarga Raja Asta Tinggi. Kesenian klasik tari Mowang Sangkal, tari Topeng Dalang dan beberapa tari tradisional yang lain adalah kekayaan budaya Sumenep. Obyek wisata Pantai Slopeng dan Lombang dengan hamparan pasir putih dan cemara udangnya menambah keaneka ragaman pesona Madura.

dam masih ada lagi lainya di antaranya

Alun Alun Pamekasan

Alun Alun Pamekasan

Pantai Sambilangan

Pantai Sambilangan

Mesjid Agung Bangkalan

Mesjid Agung Bangkalan

  Mesjid Agung Sumenep

Ratu Ibu Sampang

sumber.http://www.kabarmadura.com/category/wisata-madura

 
RESEP MAKANAN INDONESIA