Ada beberapa tempat tujuan wisata di Kota Palangkaraya. Diantaranya adalah:
1. DANAU TAHAI

Danau ini merupakan danau alam yang terbentuk karena adanya perubahan aliran sungai Kahayan. Danau Tahai berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota.
Danau Tahai memiliki keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh danau-danau lainnya (terutama di luar Pulau Kalimantan), yaitu airnya berwarna merah—yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Di sekitar danau, pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yaitu banyak terdapat rumah-rumah terapung—yang oleh penduduk setempat disebut sebagai rumah lanting.
Lokasi danau ini mudah dijangkau. Lokasinya yang berada di pinggir jalan Palangkaraya—Sampit membuat Danau Tahai tidak sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum. Jika menggunakan sarana transportasi umum, pengunjung dapat naik bus jurusan Palangkaraya—Sampit dengan jarak tempuh sekitar 30 km dan turun di Desa Tahai. Dari Desa Tahai, pengunjung dapat langsung menuju lokasi danau cukup dengan berjalan kaki.
Selain memiliki panorama yang sangat indah, obyek wisata Danau Tahai juga dilengkapi dengan sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, di antaranya: sepeda air angsa, tempat duduk santai, perahu dayung/bermotor yang bisa disewa jika pengunjung ingin mengelilingi danau, jembatan/titian penghubung, tempat karaoke, rumah makan terapung, mushola, WC umum, dan areal parkir yang dilengkapi dengan pos keamanan di pintu masuknya. Selain itu, di sekitar obyek wisata Danau Tahai ini juga terdapat rumah-rumah penginapan yang mematok harga antara Rp 75.000—Rp 200.000 per malam (Mei 2008).
Info lengkap, klik disini
tempat lainnya
2. ARBORETUM NYARU MENTENG

Jika merasa bosan dengan pemandangan air saja, pengunjung dapat menyambangi lokasi Penangkaran Orangutan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) yang tidak jauh dari lokasi Danau Tahai ini. Di lokasi penangkaran ini, pengunjung dapat menyaksikan kelucuan tingkah-laku orangutan yang berada di kandangnya. Selain melihat orangutan, pengunjung juga dapat mencoba tracking ke dalam hutan yang masih terjaga kelestariannya di sekitar areal penangkaran ini. Namun, tempat penangkaran ini tidak buka setiap hari. Hanya pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya lokasi penangkaran ini dibuka untuk umum.
Info lengkap, klik disini
1. DANAU TAHAI

Danau ini merupakan danau alam yang terbentuk karena adanya perubahan aliran sungai Kahayan. Danau Tahai berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota.
Danau Tahai memiliki keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh danau-danau lainnya (terutama di luar Pulau Kalimantan), yaitu airnya berwarna merah—yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Di sekitar danau, pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yaitu banyak terdapat rumah-rumah terapung—yang oleh penduduk setempat disebut sebagai rumah lanting.
Lokasi danau ini mudah dijangkau. Lokasinya yang berada di pinggir jalan Palangkaraya—Sampit membuat Danau Tahai tidak sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum. Jika menggunakan sarana transportasi umum, pengunjung dapat naik bus jurusan Palangkaraya—Sampit dengan jarak tempuh sekitar 30 km dan turun di Desa Tahai. Dari Desa Tahai, pengunjung dapat langsung menuju lokasi danau cukup dengan berjalan kaki.
Selain memiliki panorama yang sangat indah, obyek wisata Danau Tahai juga dilengkapi dengan sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, di antaranya: sepeda air angsa, tempat duduk santai, perahu dayung/bermotor yang bisa disewa jika pengunjung ingin mengelilingi danau, jembatan/titian penghubung, tempat karaoke, rumah makan terapung, mushola, WC umum, dan areal parkir yang dilengkapi dengan pos keamanan di pintu masuknya. Selain itu, di sekitar obyek wisata Danau Tahai ini juga terdapat rumah-rumah penginapan yang mematok harga antara Rp 75.000—Rp 200.000 per malam (Mei 2008).
Info lengkap, klik disini
tempat lainnya
2. ARBORETUM NYARU MENTENG

Jika merasa bosan dengan pemandangan air saja, pengunjung dapat menyambangi lokasi Penangkaran Orangutan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) yang tidak jauh dari lokasi Danau Tahai ini. Di lokasi penangkaran ini, pengunjung dapat menyaksikan kelucuan tingkah-laku orangutan yang berada di kandangnya. Selain melihat orangutan, pengunjung juga dapat mencoba tracking ke dalam hutan yang masih terjaga kelestariannya di sekitar areal penangkaran ini. Namun, tempat penangkaran ini tidak buka setiap hari. Hanya pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya lokasi penangkaran ini dibuka untuk umum.
Info lengkap, klik disini
Danau Tahai & Orang Utan, PalangkaRaya, Kalteng
Tahai adalah sebutan danau dari bahasa dayak Kalteng sepertinya. Tahai ini berupa danau kecil yang terbentuk konon kabarnya dikarenakan genangan air yang sudah lama akibat galian pasir. Selain itu Tahai juga terbentuk dikarenakan bekas aliran sungai yang alurya jadi berubah, sehingga terbentuk genangan air yang tidak mengikuti aluran sungai lagi.Di Kalteng sendiri banyak sekali Tahai-Tahai ini, dan salah satu yang sering dipadati pengunjung adalah Danau Tahai yang +/- 30 km dari Palangkaraya arah Sampit tidak jauh dari pinggir jalan raya (3 km masuk kedalam). Di tempat ini fasilitasnya juga sudah lumayan banyak, seperti titian jembatan dari kayu dimana titiannya membelah danau itu sendiri sehingga kita berjalan sampai ke tengah danau bahkan ke seberang danaunya. Selain itu disini juga sudah terdapat gubuk2 sehingga kita bisa menikmati pemandangan sambil bercengkrama sambil melepas lelah. Ada juga kereta-kereta air dan tentunya juga ada musholla dan ada beberapa rumah yang bisa disewa.
Yang unik dari danau-danau di Kalimantan adalah airnya yang merah karena merupakan air tanah gambut dan air-air dari akar-akar pohon di lahan gambut, dan kita juga bis amenjumpai rumah-rumah terapung atau disebut rumah lanting.
Jika bosan dengan pemandangan air saja, kita bisa singgah lagi ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS yang tidak jauh dari lokasi Tahai ini (+/- 1 km). Disini kita bisa melihat tindak tanduk orang utan yang berada di kandangnya. Untuk melihat orang utan sebaiknya datang pada hari Minggu, karena tempat untuk melihatnya hanya dibuka hari minggu dan hari libur lain.
Selain melihat orang utan kita juga bisa mencoba tracking ke dalam hutan-hutan yang masih dijaga kelestariannya yang masih berada dalam areal penangkaran ini.
Untuk masuk kedalam hutannya kita juga tidak usah takut dengan tanah yang berupa gambut yang tergenang air karena sudah disediain jalan berupa jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi areal hutannya. Didalam hutan kita bisa merasakan udara yang sejuk dan masih segar dan juga bisa mendengarkan kicauan burung dan jika beruntung bisa bertemu dengan Uwak-uwak, salah satu jenis kera yang hanya terdapat disini yang juga dilindungi.
Dan di hutan sini juga bisa dijumpai tumbuh-tumbuhan atau bunga yang jarang ditemui.
Taman Wisata Kumkum, PalangkaRaya
Kumkum berupa salah satu tujuan wisata masyarakat di PalangkaRaya , dan mungkin merupakan salah satu tujuan wisata paling dekat. Dan karena satu-satunya tujuan wisata yang paling dekat, maka sangat wajar jika di hari-hari tertentu tempat wisata ini sangat ramai sekali.Lokasinya sangat dekat sekali dengan kota PalangkaRaya nya kira2 sekitar 5km dari pusat kota, dan tidak begitu jauh dari jembatan Kahayan (iconnya PLK). Dan Kumkum ini sendiri juga berada di tepian kahayan. Tempat wisatanya berupa tempat rindang yang menyediakan gubuk-gubuk dari kayu yang berupa rumah panggung dan dirindangi oleh pohon-pohon karet. Dan jika air lagi pasang, air-air dari sungai kahayan akan berada di bawah gubuk-gubuk tersebut. Dan semua lokasinya itu berada diatas panggung-panggung dari kayu.
Selain gubuk-gubuk tersebut yang dikenakan tarif untuk sewanya per jam, juga disediakan tempat duduk yang berada di jalan-jalan panggung dan free. Kita bisa memesan makanan/minuman dari tempat-tempat makan yang berada di dalam lokasi wisata tersebut sambil menikmati live musik dari panggung Flexiholic yang berada di tengah-tengah lokasi Kumkum . Dan kita juga bisa melihat aktivitas-aktivitas nelayan di sungai kahayan.
Dan jika kita sebagai pendatang atau kita membawa anak-anak, tempat ini juga sebagai kebun binatangnya kota PalangkaRaya, karena di dalam tempat wisata ini juga disediakan beberapa kandang binatang. Dan binatang-binatang disini juga berupa binatang2 khas kalimantan seperti Buaya, Beruang Madu, Burung Tingang (maskot Kalteng), Monyet, Kuskus, dll. Tapi yang sayang sekali Orang Utan dan Bekantan (monyet khas kalimantan) tidak ada.
sumber..http://palangkanews.blogspot.com/2009/01/tempat-wisata-di-kota-palangkaraya.html
Rabu, Desember 08, 2010
pariwisata

