Wisata Danau Kelimutu (NTT)


Danau Kelimutu terletak dipuncak Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara administratif Danau Kelimutu berada diantara 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Ndona dan Kecamatan Detsuko.
Kelimutu berasal dari kata Keli (artinya: gunung) dan Mutu (artinya: mendidih). Danau Kelimutu terdiri dari tiga kubangan raksasa yang terbentuk dari kawah yang ada dipuncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian ± 1.640 meter diatas permukaan laut. Pada tanggal 26 Februari 1992 kawasan Danau Kelimutu ditetapkan sebagai Taman Nasional, wilayahnya meliputi 5 kecamatan yaitu Detsuko, Ndona, Ndona Timur, Wolojita dan Kelimutu.
Danau Kelimutu merupakan salah-satu obyek wisata di Indonesia, yang juga merupakan salah-satu wisata andalan di Pulau Flores. Banyak turis mancanegara yang datang ke Danau Kelimutu sehingga membuat namanya terkenal sampai ke berbagai belahan dunia.

Hal –Hal Yang Menarik Pengunjung
Danau Kelimutu mempunyai keunikkan tersendiri, yaitu masing-masing kubangan mempunyai warna air yang selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Danau Kelimutu merupakan salah-satu keajaiban yang ada didunia ini, indah dan misteri.
Ketika Danau Kelimutu mulai dikenal oleh masyarakat luas, warna masing-masing kubangan adalah merah, biru dan putih, kemudian setiap tahunnya mengalami perubahan warna. Menurut informasi dari Taman Nasional Kelimutu, dalam waktu 25 tahun ini Danau Kelimutu sudah mengalami perubahan warna sebanyak 12 kali. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa perubahan warna ini bisa saja diakibatkan dari perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas gunung api, meningkatnya suhu air kawah, pembiasan sinar matahari, pantulan dinding kawah, pantulan dasar danau, kandungan mineral yang ada didalam kawah, batu-batuan dan biota jenis lumut.
Danau Kelimutu adalah salah-satu keajaiban alam yang sangat unik dan sering juga disebut sebagai Danau Tiga Warna atau Danau Tri Warna.

Disekitar Kawasan Kelimutu, pengunjung dapat juga melihat dan menikmati keindahan alam, seperti air terjun, tempat pemandian air hangat, sawah dan jalan-jalan terjal yang melingkar disepanjang punggung bukit.
Bagi yang menyukai kegiatan hiking, kawasan Kelimutu adalah kawasan yang bagus untuk kegiatan hiking.
Di Kawasan Kelimutu terdapat juga hutan dengan berbagai floranya, seperti kayu merah, pinus, bunga edelweiss, cemara. Terdapat juga fauna, seperti ayam hutan, rusa, babi hutan, elang.

Perjalanan menuju Danau Kelimutu
Dengan menggunakan pesawat, berangkat dari Kota Kupang ibukota NTT menuju Kota Ende di Pulau Flores, waktu yang diperlukan ± 40 menit perjalanan.
Sesampai di Kota Ende, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menuju ke Kampung Moni yang terletak di Desa Kaonara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, dengan menggunakan angkutan umum minibus dan untuk menuju Kampung Moni dibutuhkan waktu ± 3 jam perjalanan dengan menempuh jarak sejauh 93 km. Dari Kampung Moni menuju Puncak Danau Kelimutu masih harus berjalan sejauh ± 2,5 km.

Fasilitas Yang Tersedia di Kawasan Danau Kelimutu
Tersedia lahan parkir mobil dan sepeda motor, losmen, homestay, cottage, pondok jaga, shelter, MCK.

Saat Terbaik Untuk Berkunjung Ke Danau Kelimutu
Waktu yang terbaik untuk melihat Danau Kelimutu adalah di pagi hari ketika matahari terbit. Ketika memasuki pukul 9 pagi waktu setempat, sekitar danau mulai diselimuti oleh kabut dan akan berkabut sampai sore hari sehingga akan menghalangi pandangan pengunjung.

Perlengkapan Yang Wajib Dibawa
Udara dikawasan Kelimutu cukup dingin, maka perlu untuk membawa baju hangat atau jaket.

Sekilas Informasi :
Di Kabupaten Ende, penduduk setempat menyebut ketiga kubangan ini dengan sebutan Tiwu Ata Mbupu (Danau Orangtua), Tiwu Nua Muri Ko’o Fai (Danau Muda-Mudi) dan Tiwu Ata Polo (Danau Tukang Tenung).
Tiwu Nua Muri Ko’o Fai dan Tiwu Ata Polo hanya dipisahkan dinding terjal selebar 15 sampai 20 meter dengan ketinggian dindingnya antara 50 sampai dengan 150 meter tingginya. Sekitar 300 meter disebelah barat Tiwu Nua Muri Ko’o Fai terletak Tiwu Ata Mbupu.

Dikaki Gunung Kelimutu terdapat penjual kain tenun Lio. Kain tenun Lio adalah hasil karya buatan tangan masyarakat setempat.

sumber....http://indonesia-indahnya.blogspot.com/2009_04_01_archive.html

Wisata Di MONAS (Jakarta)

Monas Merupakan Sumber Semangat Patriotisme

Monumen Nasional yang lebih dikenal dengan sebutan Monas atau Tugu Monas adalah salah-satu monumen kebanggaan bangsa Indonesia, khususnya bagi warga Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Monumen ini didirikan dengan tujuan sebagai monumen peringatan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia didalam melawan penjajahan Belanda pada masa revolusi kemerdekaan tahun 1945. Dengan adanya Monumen Nasional ini kiranya dapat menjadi sumber inspirasi serta semangat patriotisme bagi generasi yang ada sekarang dan yang akan datang. Hal-hal yang memaknai yang tersebut diatas dapat ditemui melalui 3 (tiga) tempat yang menjadi simbol bangsa yaitu didalam Monas terdapat museum yang menceritakan napak tilas sejarah Indonesia, ruang kemerdekaan yang merupakan tempat dikumandangkan proklamasi oleh Presiden Soekarno dan pelataran cawan atau ruang yang memiliki arti dan lambang proklamasi.

Berdirinya Monas
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959 dan pada tanggal 17 Agustus 1961 diresmikan oleh Presiden RI Soekarno. Pada tanggal 12 Juli 1975 Monas resmi dibuka untuk umum. Monas didirikan diatas tanah seluas 80 hektar dan arsitek yang mendesain tugu ini adalah Soedarsono dan Frederich Silaban, konsultannya adalah Prof. Ir. Rooseno.
Monumen Nasional ini terletak di Taman Monas. Taman Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Disekitar monumen terdapat taman, kolam serta lapangan yang disediakan untuk berolaharga.

Struktur Monas
Bentuk dari Tugu Monas idenya adalah dari bentuk Alu dan Lumbung yang merupakan alat rumah tangga khas budaya bangsa Indonesia yang hampir terdapat disetiap rumah tangga di Indonesia. Alu atau Lingga atau Anatan ini dilambangkan dengan bentuk Tugu Monas yang menjulang tinggi, sedangkan Lumbung atau Yoni dilambangkan dengan bentuk Cawan pada bagian bawah Tugu Monas.
Tugu Monas tingginya adalah 132 meter, pada bagian puncak monumen terdapat bentuk cawan yang menopang nyala obor atau lidah api abadi yang terbuat dari bahan perunggu seberat 14,5 ton serta berdiameter 6 meter dan terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Bahan perunggu ini dilapisi dengan emas seberat 35 kg. Nyala obor ini adalah melambangkan perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah didalam meraih kemerdekaan dan berjuang sepanjang masa.
Dibagian bawah puncak monumen terdapat pelataran puncak dengan luas 11 x 11 meter serta dapat menampung pengunjung sebanyak 50 orang. Puncak monumen mempunyai ketinggian 17 meter dari pelataran puncak.
Pelataran cawan mempunyai luas 45 x 45 meter dengan ketinggiannya 17 meter dari dasar monumen. Angka 45 adalah diambil dari angka Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada landasan dasar Tugu Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional yang dapat menampung pengunjung ± 500 orang. Museum ini berukuran 80 x 80 meter.

Untuk masuk ke Monas, pengunjung dapat masuk melalui pintu masuk diseputar plaza Taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas.
Dari sini pengunjung dapat menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum.

Fasilitas Didalam Bangunan Monas
Terdapat fasilitas museum dan aula untuk bermeditasi.
Untuk naik keatas monumen terdapat elevator serta terdapat tangga darurat pada sekeliling badan elevator yang terbuat dari besi.

Melihat Kota Jakarta Dari Monas
Dengan menggunakan elevator/ lift, pengunjung dapat naik hingga sampai ke pelataran puncak. Dari pelataran puncak, pengunjung dapat melihat dengan lebih jelas situasi Kota Jakarta. Melihat kearah selatan, dari kejauhan pengunjung dapat melihat Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, kearah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Kearah barat, pengunjung dapat melihat Bandara Soekarno-Hatta.

Transportasi Ke Monas
Monas terletak di Jalan Merdeka (Stasiun Gambir). Tidaklah sulit untuk menjangkau Tugu Monas, karena banyak sekali transportasi yang melalui Tugu Monas, seperti taxi, bis, bus way.

Cindera mata
Di Monas terdapat cindera mata seperti gantungan kunci miniatur Tugu Monas, kaos bergambar Tugu Monas, miniatur Tugu Monas. Jika pengunjung ingin berfoto, terdapat juga foto langsung jadi.

Jam Buka Monas
Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

sumber..http://indonesia-indahnya.blogspot.com/2010_04_01_archive.html

Wisata Di Jam Gadang (Kota Padang)


Kota Bukittinggi yang berudara sejuk terletak di Propinsi Sumatera Barat dengan ibukotanya Kota Padang. Kota Bukittinggi mempunyai sebuah ikon kebanggaan yaitu Jam Gadang yang terletak di jantung Kota Bukittinggi. Jam Gadang ini dibangun pada tahun 1926 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda pada waktu dulu. Jam Gadang artinya adalah Jam Besar, karena jamnya cukup besar dan jam ini adalah merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang pada waktu itu menjabat sebagai Controleur/ Sekretaris Kota di Bukittinggi. Jam Gadang ini dibangun oleh seorang arsitek yang bernama Yazid Sutan Gigi Ameh dan perletakan batu pertama pembangunan Jam Gadang ini dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berumur 6 tahun.
Dari puncak menara jam, pengunjung dapat melihat keindahan Kota Bukittinggi, Gunung Sago, Gunung Singgalang, Ngarai Sianok. Disekitar Jam Gadang terdapat Istana Bung Hatta atau Tri Arga, Hotel Novotel, Plaza Bukittinggi.

Spesifikasi Jam Gadang
Jam Gadang ini mempunyai denah dasar bangunan berukuran 13 x 4 meter, tingginya adalah 26 meter, posisi bangunan tapak dan tangganya adalah menghadap kearah Pasar Atas dan didirikan diatas kawasan Taman Sabai Nan Aluih didepan Istana Bung Hatta. Jam Gadang terdiri dari empat buah jam yang diletakkan pada empat sisi bangunan menara dan masing-masing jam ini berdiameter 80 cm.
Puncak dari menara Jam Gadang ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk, awalnya puncak dari menara berbentuk bulat dengan diatasnya berdiri patung ayam jantan, kemudian ketika penjajahan Jepang, puncaknya dirubah menjadi bentuk klenteng. Dimasa kemerdekaan, bentuk dari puncak menara Jam Gadang dirubah lagi menjadi bentuk atap bergonjong empat rumah adat Minangkabau dan bermotifkan pucuk rebung.

Jam Gadang Mempunyai Keunikkan
Terlepas dari salah penulisan atau memang disengaja, Jam Gadang mempunyai sebuah misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini, misteri itu adalah sebuah keunikkan dari Jam Gadang yaitu angka empat pada jam yang seharusnya kalau ditulis dalam angka empat Romawi adalah IV tetapi malah ditulis dengan empat buah angka satu Romawi yaitu IIII (umumnya penulisannya adalah IV).

Jam Gadang Sebagai Pedoman
- Ditetapkan sebagai titik nol Kota Bukittinggi
- Dijadikan penanda/ markah tanah Kota Bukittinggi
- Sebagai salah-satu ikon Propinsi Sumatera Barat

Rute Perjalanan Ke Jam Gadang
Dari Kota Padang, dengan angkutan umum diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai ke Kota Bukittinggi, kemudian dengan angkutan kota perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke lokasi Jam Gadang.

Obyek Wisata Lain Di Sekitar Bukittinggi
Obyek wisata lainnya yang dapat dikunjungi adalah Ngarai Sianok, Gua Jepang.

Fasilitas Yang Tersedia
Terdapat penginapan, hotel, hotel berbintang dan fasilitas lainnya.

sumber........http://indonesia-indahnya.blogspot.com

Objek Wisata Taman Nasional Laut Bunaken


Taman Nasional Laut Bunaken letaknya ada di Sulawesi Utara dan berjarak ± 8 km dari daratan Kota Manado. Letaknya yang cukup strategis tersebut menjadikan taman laut ini mudah untuk dikunjungi wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Taman Nasional Laut Bunaken merupakan salah-satu tempat tujuan rekreasi yang cukup menarik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri.
Kegiatan yang dapat dilakukan di Taman Nasional Laut Bunaken adalah seperti berjemur dipantai, berenang dilaut, diving (menyelam), snorkeling, menjelajahi hutan-hutan disekitar pantai.

Secara keseluruhan Taman Nasional Laut Bunaken memiliki areal taman seluas 75.265 hektar yang didalamnya terdapat lima pulau, yaitu Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berserta beberapa anak pulaunya dan yang terakhir Pulau Naen. Meskipun kawasan taman laut ini memiliki lima pulau yang berdekatan, hanya Pulau Bunaken yang paling terkenal sebagai lokasi penyelaman.
Kawasan Bunaken pada tahun 1991 diresmikan sebagai taman laut nasional oleh Menteri Kelautan serta dijadikan sebagai objek wisata bahari dan pendidikan karena melihat potensi alam dan juga aktivitas konservasi ekologi laut dikawasan ini. Disamping melakukan kegiatan wisata, taman laut ini sangat baik untuk perkembangan edukasi pengetahuan orang dewasa dan anak-anak tentang alam laut dan sumber dayanya.

Taman Nasional Laut Bunaken adalah merupakan salah-satu taman laut yang terindah di dunia, terkenal akan formasi terumbu karang yang sangat indah dan luas. Taman laut ini menjadi habitat lebih dari 3000 spesies ikan yang perlu dijaga dari kepunahannya seperti ikan lolosi ekor kuning ( lutjanus kasmira ), ikan kuda gusumi ( hippocampus kuda ), goropa ( ephinephelus spilotoceps ), oci putih ( seriola rivoliana ) dan banyak lagi lainnya serta memiliki keaneka-ragaman jenis organisme akuatik yang langka seperti lumba-lumba, ikan duyung, dugong-dugong dan juga memiliki berbagai jenis ikan hias yang sangat indah.

Taman Nasional Laut Bunaken memiliki areal yang cukup luas untuk melakukan penyelaman, meskipun demikian lokasi penyelaman tetap hanya dibatasi disekitar pantai-pantai yang mengelilingi kelima pulau tersebut, hal ini dilakukan untuk keselamatan pengunjung serta untuk memudahkan petugas pantai dalam mengawasi pengunjung.
Pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan ikan-ikan daerah tropis dan terumbu karang yang menakjubkan nan indah sehingga dijamin pengunjung akan terkagum-kagum melihatnya dan tidak dapat melupakannya.
Sebagai tempat penyelaman, Taman Nasional Laut Bunaken termasuk diantara 10 tempat penyelaman terpopuler didunia.
Ada 20 titik tempat penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter dikawasan taman laut ini. Dari 20 titik penyelaman tersebut, 12 titik diantaranya berada disekitar Pulau Bunaken dan paling sering dikunjungi oleh penyelam dan wisatawan.
Fenomena alam laut yang ada di Taman Nasional Laut Bunaken ini adalah unik dan hampir dipastikan tidak dapat ditemukan di taman laut lainnya. Taman laut ini mempunyai keunikkan berupa dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung keatas atau disebut underwater great walls atau hanging walls. Dinding karang ini juga menjadi sumber tempat makanan bagi ikan-ikan di perairan disekitar Pulau Bunaken.

Akses Ke Taman Nasional Laut Bunaken
Untuk mengunjungi taman laut ini, pengunjung dapat menggunakan perahu motor sewaan berangkat dari tepian pantai di teluk Kota Manado menuju kawasan taman laut.

Fasilitas Yang Tersedia
Disekitar lokasi tersedia hotel, resort, homestay, kolam renang, restoran, kantor pos, menara pandang, pos jaga, speed boat.
Tersedia juga jasa penyewaan alat-alat selam berserta instrukturnya.

Saat Terbaik Untuk Berkunjung Ke Taman Nasional Laut Bunaken
Musim kunjungan terbaik ke Taman Nasional Laut Bunaken adalah pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus

Perlengkapan Yang Wajib Dibawa
Dalam kondisi tertentu perlu untuk melindungi diri dari angin laut, maka perlu untuk membawa baju hangat atau jaket, penutup kepala, syal untuk penghangat leher.

Yang Harus Menjadi Perhatian
Ada baiknya ketika berkunjung ke Taman Nasional Laut Bunaken kondisi kesehatan dalam keadaan prima.

sumber..http://indonesia-indahnya.blogspot.com/2009_01_01_archive.html

 
RESEP MAKANAN INDONESIA